3 May 2015



Judul: Kiat Kuliah di Amerika Serikat
Penulis: Yosep Bambang Margono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
Tebal: 227 halaman
ISBN: 978-602-03-1415-0

Sinopsis:
Mungkin Anda memiliki bayangan bahwa kuliah dan hidup di Amerika Serikat itu menyenangkan. Anda memang betul. Bahkan banyak orang beranggapan kalau kita tinggal di Amerika Serikat, kita selalu mempunyai banyak uang. Ini pun tidak salah, kalau uang itu kita kurskan ke mata uang kita. Tetapi, hidup di mana pun ada enak dan tidak enaknya.

Yang jelas, sebelum memutuskan untuk kuliah dan hidup di Amerika Serikat, Anda perlu mempertimbangkan dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Buku ini akan membantu Anda melakukan persiapan-persiapan tersebut.

Dalam buku ini penulis berbagi informasi dan tip, pertama, tentang persiapan Anda di Indonesia; kedua, bagaimana Anda menjalani dan menyiasati dunia kampus dan akademik Amerika Serikat, dan ketiga, bagaimana Anda hidup sehari-hari di Amerika Serikat. Buku ini tidak hanya berisi tentang masalah akademik, tetapi juga berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan studi dan hidup di Amerika Serikat.


Review:
Kuliah di luar negeri saat ini sudah tidak menjadi hal yang asing lagi. Kuliah di luar negeri juga tidak saja dapat dinikmati oleh orang-orang kaya yang mampu membayar biaya selama hidup di luar negeri. Dengan semakin banyaknya program beasiswa yang disediakan berbagai pihak, biaya tidak lagi menjadi penghalang bagi siapa saja yang berniat kuliah di luar negeri. Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan kuliah warga Indonesia. Untuk persoalan akademis, mungkin sudah banyak informasi atau panduan untuk kuliah disana. Namun bagaimana untuk informasi non-akademis, seperti tips menjalani kehidupan sehari-hari disana. Perlu penyesuaian cara hidup disana karena kita akan hidup di lingkungan yang baru. Tentu hal semacam itu perlu diketahui dari orang yang pernah menjalani kuliah disana.

Yosep Bambang Margono, melalui buku ini ingin berbagi tips dan pengalamannya selama kuliah program master dan doktor di Amerika Serikat. Sebagai mahasiswa yang sudah berkeluarga, ia juga membawa istri dan anaknya kesana. Tentu tidak mudah menjalani kuliah di luar negeri dengan membawa keluarga. Maka ia juga berbagi pengalaman bagaimana mengatur antara kuliah dan hidup berkeluarga di Amerika Serikat.

Buku setebal 227 halaman ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama membahas persiapan sebelum berangkat kuliah ke Amerika Serikat. Pemilihan program studi, universitas, sumber beasiswa, pengurusan visa, hingga pencarian apartemen dibahas di bagian ini.

Sebelum kuliah ke Amerika Serikat, perlu diketahui sistem penjurusan kuliah disana berbeda dengan di Indonesia. Di Amerika Serikat, bagi calon mahasiswa undergraduate (S1) tidak langsung memilih jurusan kuliah, tetapi akan kuliah secara umum terlebih dahulu. Pemilihan jurusan baru bisa dilakukan setelah mahasiswa menjalani kuliah dan mengambil 27 kredit, ada pula yang setelah mengambil 54 kredit baru bisa memilih jurusan. Namun kalau akan kuliah program master atau doktor, calon mahasiswa harus langsung menentukan jurusan (halaman 6-7).

Dari berbagai persiapan kuliah ke luar negeri, mungkin  pencarian apartemen yang terkadang luput dari perhatian. Hal itu terbukti dengan adanya kasus yang diceritakan penulis bahwa pernah ada mahasiswa Indonesia yang kesulitan mencari tempat tinggal ketika tiba di Amerika Serikat. Di era teknologi internet seperti sekarang, pencarian apartemen dapat dilakukan dengan browsing. Kita tidak perlu menunggu hingga tiba di Amerika Serikat untuk menyiapkan tempat tinggal. Selain dengan browsing, mencari apartment juga bisa dengan menghubungi pihak universitas atau mengontak PERMIAS (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat).  (halaman 57-59).

Kemudian bagian kedua buku ini membahas kehidupan kampus dan akademik. Di bagian ini dibahas mengenai pengenalan lingkungan kampus, sistem perkuliahan, penulisan paper dan disertasi.
Perkuliahan di Amerika Serikat juga sama dengan di Indonesia yaitu menggunakan sistem semester. Namun ada pula universitas disana yang menggunakan sistem quarter atau kuliah tiga bulanan. Perkuliahan sistem quarter hanya berlangsung sepuluh minggu plus final exam (halaman 92).
Selanjutnya, bagian terakhir membahas mengenai kehidupan sehari-hari di Amerika Serikat. Pembahasan di bagian ini terdiri dari proses adaptasi, kehidupan sosial budaya, pengelolaan keuangan, dan antisipasi kemungkinan terburuk.

Di Indonesia, banyak diantara kita yang memiliki gambaran yang salah tentang masyarakat Amerika Serikat. Padahal masyarakat Amerika sehari-hari tidak jauh berbeda dengan masyarakat kita yang ingin hidup rukun, damai, dan tidak menyukai kekerasan (halaman 152). Penulis menceritakan bahwa ia memiliki banyak teman keluarga Amerika dan ada kalanya mereka saling mengundang ke rumah satu sama lain.

Di akhir bagian ini dibahas kemungkinan buruk yang perlu diantisipasi. Pernah ada seorang mahasiswa Indonesia yang memperoleh beasiswa program doktoral selama tiga tahun. Padahal sesungguhnya, sistem kuliah doktor di Amerika Serikat tidak memungkinkan kita lulus dalam tiga tahun. Diperkirakan perlu lima tahun untuk lulus (halaman 184-185) . Maka ada selisih dua tahun dan dalam masa dua tahun tersebut, mahasiswa harus memiliki sumber dana lain karena dana dari beasiswa akan berhenti di awal tahun keempat. Hal semacam itu tentu perlu diketahui dan diantisipasi.

Pada akhirnya pembaca, khususnya mereka yang berencana kuliah di Amerika Serikat, dapat memetik pelajaran dari pengalaman sang penulis buku sehingga mampu mempersiapkan lebih matang untuk menjalani kuliah di Amerika Serikat.

1 komentar:

  1. maaf gan untuk mencari beasiswa di mana yah ketika harus kuliah di luar negeri atau dalam negeri..
    jilbab syar'i murah

    ReplyDelete

Warung Blogger